Home » Kiky Si Kancil Memperdaya Buaya (Kancil Parody, #2) by Rickman Roedavan
Kiky Si Kancil Memperdaya Buaya (Kancil Parody, #2) Rickman Roedavan

Kiky Si Kancil Memperdaya Buaya (Kancil Parody, #2)

Rickman Roedavan

Published
ISBN :
ebook
21 pages
Enter the sum

 About the Book 

Pada suatu hari, seekor kancil mengaku kepada sekelompok buaya jika ia adalah utusan sang raja. Ia ditugaskan untuk mengajak buaya dan teman-temannya menghadiri jamuan makan. Namun sebelum itu, ia ditugaskan untuk menghitung terlebih dahulu jumlahMorePada suatu hari, seekor kancil mengaku kepada sekelompok buaya jika ia adalah utusan sang raja. Ia ditugaskan untuk mengajak buaya dan teman-temannya menghadiri jamuan makan. Namun sebelum itu, ia ditugaskan untuk menghitung terlebih dahulu jumlah buaya yang ada di sungai. Caranya? Dengan menjejerkan seluruh buaya dari sisi yang ke satu sampai ke sisi yang lain. Kemudian si kancil akan menghitung mereka dengan menginjak punggung mereka.Tunggu dulu! Kalau mau dihitung ngapain si kancil mesti naik ke punggung mereka? Kan bisa berjejer ke arah panjang sungai. Ah, ya, lupa. Itu semua kan hanyalah tipuan si kancil. Hanya akal bulusnya saja. Sejak awal si kancil itu bukanlah utusan raja, nggak pernah ada yang namanya jamuan makan, dan si kancil hanya ingin menyebrangi sungai dengan menipu para buaya itu.Aaaarghhh! Jujur nih, aku paling benci kalau mendengar cerita itu. Entah siapa yang pertama kali memulainya, tapi cerita tentang si kancil menipu buaya untuk menyebrangi sungai itu nggak betul. Serius!Pertama, yang namanya buaya itu tukang tipu ulung. Untuk soal tipu menipu, mereka malah jagonya. Aku pernah melihat ada buaya yang menyamar jadi sebatang kayu. Ketika ia sudah mendekati seekor rusa yang sedang minum, hap! Rusa itu langsung ditangkap tanpa sempat berteriak. Kedua, yang namanya buaya itu juga terkenal pembohong. Mereka nggak bisa dipercaya. Aku pernah melihat seekor anak domba yang ingin menyebrangi sungai. Seekor buaya kemudian datang menawarkan bantuannya untuk menyebrangi sungai. Anak domba itu percaya begitu saja dan menaiki punggung buaya. Sesampai di tengah sungai, coba tebak, apa yang terjadi? Benar sekali! Si buaya berguling, menjatuhkan anak domba itu dan memakannya sampai habis.Jadi kalian masih percaya kalau bangsa kancil suka memperdaya buaya? Mikiiir!